Kamis, 18 September 2014

Budidaya umbi ganyong


Ganyong (Canna edulis KERR) adalah tanaman ubi-ubian yang  dapat dimakan dan kebanyakan digunakan sebagai makanan cadangan. Sampai saat ini, tanaman Ganyong belum diusahakan secara serius dan intensif, belum sepopuler ubi kayu dan ubi jalar, tetapi memberikan harapan untuk menunjang program diversifikasi pangan dan gizi, memanfaatkan lahan kosong dan meningkatkan ketahanan pangan.

Syarat tumbuh
Ganyong bukanlah tanaman yang manja, karena tanaman ini tahan terhadap naungan, dapat tumbuh di segala jenis tanah dan iklim. Tanaman ini tidak membutuh
kan syarat yang berat untuk pertumbuhannya. Hanya saja bila menginginkan hasil panen tinggi, harus diperhatikan sifat dan lingkungan hidupnya. Pada daerah berangin kuat, tanaman ini sangat memerlukan lajur-lajur pelindung untuk mempertahankan hidupnya.
Pertumbuhan ganyong di daerah tropis sangat baik sekali . Di daerah yang sangat dingin tanaman ini juga dapat hidup, tetapi proses pembentukan umbi untuk menuju dewasa cukup lama. umumnya tanaman ini baru akan tumbuh dengan baik pada ketinggian 0 - 250 meter dpl.

Penyiapan bibit
Bibit Ganyong berasal dari ubi dan anakan. Bibit dari ubi, diambil dari rumpun induk yang cukup tua umur 10-15 bulan,tumbuh sehat, subur, normal dan telah membentuk akar tongkat (bongkol).  Bibit dari anakan diambil dari tanaman (rumpun) yang berumur 10 - 15 bulan beranak cukup banyak dan pertumbuhan tanamannya sehat dan normal. Kebutuhan bibit per Ha : 4.117 - 17.777 bibit, tergantung jarak tanam yang digunakan. Perbanyakan yang dilakukan petani adalah dengan vegetatif yang menggunakan umbi berukuran sedang dengan tunas 1-2. Kebutuhan bibit per hektarnya + 2 ton. Untuk mencegah kerusakan bibit akibat penyakit busuk umbi sebelum ditanam dapat dilakukan pencelupan bibit pada larutan CuSO4 10 %.
Penyiapan lahan
Lahan untuk  kebun Ganyong diolah dengan cara yang baik. Mula-mula  tanah dicangkul atau dibajak sedalam 30 cm hingga gembur kemudian dikeringkan selama 15 hari.  Kemudian  dicangkul kembali sambil dibuat guludan selebar 40-60 cm tinggi 30 cm dan panjang sesuai keadaan lahan.  Jarak antara guludan 60-100 cm. Buat lubang  tanam dengan ukuran 12,5-15 cm  Jarak tanam  75 x 75 cm, 100 x 75 cm, 90 x 90 cm, 100 x 135 cm tergantung kesuburan tanah. Pada saat perataan tanah dapat diberikan pupuk berupa pupuk kandang atau kompos sebanyak 25-30 ton/ha.
Penanaman
Waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan (Oktober-Nopember). Cara menanam bibit Ganyong : Pilih bibit yang baik, yaitu bibit asal ubi atau  anakan. Tanamkan bibit satu persatu kedalam lubang tanam dengan arah tunas menghadap ke atas.  Tutup (timbun) bibit dengan tanah setebal 12,5 cm  sambil merapikan guludan.
Pemeliharaan tanaman
Selama pemeliharaan, perlu dilakukan penyiangan gulma dan penyulaman. Mulsa rumput kering pada bedengan membantu menjaga kelembaban tanah dan menambah unsur hara tetapi dapat merupakan tempat persembunyian bagi kumbang. Pemupukan bulanan dengan pupuk cair atau buatan memberikan hasil lebih baik. Pemeliharaan tanaman ganyong yang sangat penting adalah penyiangan, pembumbunan dan pemupukan. Pembumbunann adalah suatu usaha untuk menggemburkan tanah. Tanah yang gembur akan membuat umbi yang terbentuk dapat berkembang dengan leluasa. Pembumbunan dapat dimulai pada saat ganyong berumur 2- 2,5 bulan. Karena ganyong menyenangi tanah yang gembur, maka pupuk yang sangat diperlukan adalah pupuk kandang atau kompos. Pupuk ini bila perlu dapat diberikan bersamaan dengan pembumbunan.
      Penyakit dan Hama
Secara umum ganyong adalah tanaman keras dengan sedikit penyakit dan hama. Fusarium, Puccinia, dan Rhizoctonia Sp adalah kemungkinan penyakit jamurnya. Kumbang dan belalang dapat memakan daun, dan cacing menyerang umbinya.
-       Panen dan Hasil
Pemanenan umbi ganyong dapat dilakukan 4-8 bulan setelah tanam, dicabut atau digali. Ciri umbi matang adalah apabila potongan segitiga bagian terluar daun umbi berubah menjadi ungu. Panen setelah 8 bulan dapat memberikan hasil yang lebih tinggi, karena umbi ganyol telah mengembang secara maksimum.Hasil umbi bervariasi dari 23 ton per hektar pada 4 bulan menjadi 45-50 ton per hektar pada 8 bulan, atau 85 ton per hektar setelah setahun. Tepung yang dihasilkan adalah 4-10 ton per hektar.
-       Penanganan Setelah Panen
Umbi segar yang baru dipanen harus ditangani secara hati-hati. Bila akan dikonsumsi, harus dilakukan segera setelah panen. Bila dibiarkan lebih dari 10 bulan umbi ganyol akan menjadi keras, kurang dapat dikonsumsi , dan tepung yang dihasilkannya sangat rendah. Umbi yang sudah bersih dapat disimpan beberapa minggu pada kondisi sejuk dan kering. Untuk produksi tepung komersial, umbi diproses segera setelah panen. Untuk memperoleh patinya, umbi diparut, ditambahkan air, dan bubur patinya disaring, dipisahkan melalui pengendapan dan selanjutnya dikeringkan.
Sumber : http://ekamegaputri.blogspot.com/2013/02/tugas-104-kk21-budidaya-tanaman-ganyong.html

1 komentar:

  1. Apakah ada rekomendasi tempat mendapatkan umbi ganyong bertunas untuk dibudidayakan?

    BalasHapus