Minggu, 02 Desember 2012

Refleksi Hari Menanam Pohon Indonesia 2012 ( Di Indonesia diperingati tiap tanggal 28 Nopember)




Hari Pohon Sedunia jamak dikenal dan diperingati tiap tanggal 21 Nopember di seluruh dunia. Meski ada beberapa tempat yang memperingati Hari Pohon di waktu yang lain, intinya peringatan ini ingin memberi pengetahuan dan penyadaran akan sangat berharganya pohon bagi kehidupan. Kita bisa saksikan pesan pelestarian pohon yang sangat kuat dalam Film AVATAR karya James Cameron. Pohon demikian sentral dan bermaknanya tidak hanya bagi manusia bahkan seluruh penghuni bumi.
Apa saja yang menarik dan penting bagi kita sehingga begitu banyak orang sekuat tenaga menjaga dan melestarikan pohon. Berikut beberapa poin fakta pohon yang menakjubkan yang saya koleksi dari beberapa sumber

:
1) Sebuah pohon ukuran rata-rata menghasilkan cukup oksigen dalam satu tahun untuk menjaga keluarga beranggotakan empat orang untuk bernapas dengan nyaman.
2) Tiga pohon yang ditanam di tempat yang tepat di sekitar bangunan dapat menghemat biaya AC sampai 50 persen.
3) Pohon meningkatkan nilai properti. Rumah dikelilingi oleh pohon bisa terjual 18-25 persen lebih tinggi dari rumah tanpa pepohonan.
4) Pohon menghasilkan pekerjaan dan memberi kontribusi bahan baku untuk bangunan, surat kabar, buku dan lebih dari 15.000 produk hutan lainnya. Pohon dapat diperbaharui, dapat terurai secara biologi dan dapat didaur ulang. Kayu bisa diolah lebih lanjut menjadi produk seperti vitamin, plastik, rasa vanila, film fotografi, pasta gigi dan obat-obatan.
5) Dengan penanaman 20.000.000 pohon, akan tersedia 260.000.000 ton lebih oksigen bagi bumi dan penduduknya. Pohon sebanyak itu akan menghapus 10 juta ton CO2.
6) Pohon menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi satwa liar seperti burung, tupai, dan serangga. Pohon-pohon berukuran pendek menyediakan makanan dan pelindung untuk mamalia yang lebih besar, seperti musang dan rusa.
7) Pohon membuat orang merasa lebih baik. Pekerja lebih produktif ketika mereka melihat pohon-pohon di sepanjang rute perjalanan mereka dan dari jendela kantor mereka.
8) Pasien di Rumah Sakit yang memiliki pemandangan pohon akan lebih cepat sembuh, menggunakan obat nyeri lebih sedikit, dan meninggalkan rumah sakit lebih cepat dibandingkan pasien dengan pemandangan dinding bata. Pasien dengan pemandangan pohon menghabiskan hari 8 persen lebih sedikit di rumah sakit.
9) Konsumen bersedia untuk menghabiskan lebih banyak uang di komplek perbelanjaan yang terdapat banyak pohon. Mereka bersedia membayar lebih untuk produk yang dibeli di sebuah komplek perbelanjaan dengan pepohonan. Mereka pembeli yang sama juga mengatakan mereka bersedia untuk tinggal lebih lama di sebuah komplek perbelanjaan dengan pepohonan.
10) Pohon yang berada di lingkungan kita akan membuat kita santai, denyut jantung yang lebih rendah, dan mengurangi stres.
[Diadaptasi dari : http://www.zapworld.com/10-facts-trees-help-save-evironment]
Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang diperingati setiap 28 November dan Bulan Menanam Nasional (BMN) yang jatuh pada Desember ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI No. 24 tahun 2008. Tema peringatan HMPI dan BMN tahun ini adalah “Hutan Kota Mendorong Terwujudnya Indonesia Hijau”. (Baca indonnesiarayanews.com : SBY Hadiri Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia ). Sedangkan di Kabupaten Tulungagung, Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) akan dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2012 di Ds. Sidomulyo Kec. Gondang Kab. Tulungagung.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan meyakini gerakan penanaman satu miliar pohon 2012 akan tercapai, bahkan bisa melampaui target. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan realisasi penanaman pohon dari Januari hingga Oktober 2012 telah mencapai 732 juta pohon atau sudah memenuhi 70% dari target 1 miliar batang.“Target penanaman minimal 1 miliar pohon dapat tercapai [di tahun 2012 ini],” kata Zulkifli dalam sambutannya saat peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2012 di kawasan hutan komplek Bandara Soekarno Hatta Rabu (28/11/2012).Sementara jumlah pohon yang ditanam selama tahun 2011 adalah sebanyak 1,5 miliar batang. Zulkifli mengatakan pemerintah mendorong pembangunan kota yang dilengkapi ruang terbuka hijau, sehingga menciptakan lingkungan yang bersih, sejuk, dan indah. “Bisa mengurangi polusi kota akibat transportasi,” kata Zulkifli (Baca bisnis.com : Gerakan Tanam 1 Miliar Pohon : Menhut Optimitis Target Digapai)
Setidaknya pada lima tahun terakhir ini kata menanam pohon menjadi popular di masyarakat. Di kalangan pemimpin, seruan menanam bibit pohon menjadi bobot politik yang positif untuk pencitraan dirinya bahwa mereka peduli lingkungan. Di kalangan aktifis lingkungan, kata menanam memiliki makna mengubah paradigma merusak menjadi memperbaiki. Di komunitas masyarakat kecil menanam menjadi penguatan dan dukungan akan kebiasaan baik mereka yang diapresiasi lewat program yang menguntungkan bagi mereka. Menanam bahkan kini menjadi acara seremonial yang menambah nilai positif dalam setiap kegiatan.
Program berbasis menanam telah banyak diluncurkan. Ada program dengan slogan “Kecil Menanam Besar Memanen” dan ”One Billion Tree (OBIT). Ada pula Slogan ”One Man One Tree” ( OMOT), Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Hutan Rakyat Pengkayaan/ Kebun Campuran dimana program-program ini selain aksi nyata dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dalam konteks pembangunan berkelanjutan juga dalam rangka pencapaian target isu global penurunan emisi Carbon sampai dengan 26 % serta  dalam rangka meng-Konservasi Lahan dan Hutan secara vegetatif. 
Kecamatan Kalidawir sejak tahun 2010 -2012 telah melaksanakan Program Berbasis Menanam, antara lain :
1.      Kebun Bibit Rakyat ( KBR) , 1 unit persemaian KBR = 50.000 bibit
a. Tahun 2010  melaksanakan 2 unit di Ds. Banyuurip dan Ds. Karangtalun
b. Tahun 2011  melaksanakan 2 unit di Ds. Betak dan Ds. Rejosari
c. Tahun 2012  melaksanakan 1 unit di Ds. Kalibatur
 2.   Hutan Rakyat/ Kebun Campuran, @ unit 25 Ha 400 bibit/ Ha 10.000 bibit/ unit kegiatan
       a.  Tahun 2010 melaksakan 2 unit kegiatan di Ds. Ngubalan dan Ds. Betak
       b.  Tahun 2011 melaksanakan 1 unit kegiatan di Ds. Rejosari
       c.  Tahun 2012 melaksanakan 4 unit kegiatan di Ds. Kalibatur, Ds. Rejosari dan Ds. Winong
 3.   Kegiatan Percontohan Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Kritis dengan luasan 10 Ha 6000 bibit Kayu-kayuan dan MPTS ( Multi Purpose Trees Species ).

Orientasi menanam tidaklah buruk. Menanam adalah orientasi mengakhiri kerusakan dan memulai sebuah kebaikan. Niat baik untuk memperbaiki lingkungan telah dituntaskan dengan masuknya bibit tanaman atau pohon ke dalam lubang tanam. Namun apakah kebaikan itu hanya kita biarkan berakhir dengan membiarkan bibit yang lemah itu merintih karena tak terawat. Bukankah justru malah kita menyakiti bibit pohon yang ditanam. Bahkan akhirnya kematian adalah nasib yang hampir pasti bagi bibit pohon bila kita mengabaikan perawatannya.
Seperti seorang bayi yang baru lahir, tanpa daya dan kemandirian. Bayi itu coba kita rawat sebentar hingga bisa berbicara dan bisa makan makanan lunak. Kemudian bayi tersebut dilepas di lingkungan dimana makanan harus diusahakan sendiri, minuman harus diraih sendiri dan perlindungan pada tubuh perlu dipenuhi. Bisakah bayi itu bertahan hidup lama tanpa ada yang merenggut dan merawatnya di tempat yang cocok baginya?
Merawat adalah tradisi mempertahankan kebaikan hingga tuntas. Merawat pohon menempa kesabaran, ketekunan, keikhlasan dan berserah diri pada-Nya. Perawat pohon meyakini bahwa tumbuhnya pohon bukan sekedar hasil upayanya sendiri, namun Tuhanlah yang menjamin pohon ini tetap hidup dan berkembang besar. Bukankah kita tidak dapat mengendalikan cahaya matahari, hujan dan udara sebagai bahan kebutuhan pokok bagi pohon. Bagaimana bila Sang Pemilik Hujan menahan waktu dan memperkecil jatah turunnya hujan? Bagaimana bila cahaya matahari tidak bisa bersinar terang sepanjang hari, bulan dan tahun karena sering tertutup awan? Atau seandainya ada hama dan penyakit baru yang kemudian menyerang tanaman tanpa diduga? Apa yang bisa diperbuat kita, manusia?
Sungguh mulia orang yang menanam sekaligus merawat kebaikan hingga memiliki manfaat besar bagi manusia. Menanam seratus kebajikan tanpa merawatnya tidak akan banyak berguna dibanding menanam satu atau dua kebajikan namun dirawat dengan penuh cinta, kasih sayang, keikhlasan dan berserah diri pada-Nya.
"Sudah cukup berbicara ke sana ke mari. Yang penting tindakannya, yang penting aksinya, yang penting adalah pelaksanaannya. Indonesia memilih to take action (beraksi) daripada to talk only (hanya bicara), " kata Presiden SBY dalam sambutan HMPI tanggal 28 Nopember 2012.

Selamat merawat pohon dan seluruh karunia-Nya yang diberikan pada kita.

Selamat Hari Menanam (juga merawat) Pohon Indonesia 2012.

Salam Rimbawan, Salam Lestari...!!

Kegiatan Program Berbasis Menanam di Kecamatan Kalidawir






Bibit Keg Percontohan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis Ds. Rejosari

Keg Hutan Rakyat (Jabon) umur 1 tahun 4 bulan di Ds. Ngubalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar