Senin, 03 Desember 2012

PENANGGULANGAN KARAT PURU PADA POHON SENGON (Paraserianthes falcataria)

      Penyebab Penyakit
Karat puru pada tanaman sengon adalah jenis jamur Uromycladium tepperianum (Sacc.). Jenis ini dianggap parasit obligat yaitu hanya dapat tumbuh dan berkembang biak pada jaringan hidup.

Gejala Penyakit
Gejala karat puru yaitu terlihat adanya pertumbuhan lebih, diawali dengan adanya pembengkakan lokal bagian tanaman yang terserang (daun, cabang, dan batang). Lama kelamaan pembengkakkan berubah menjadi benjolan-benjolan yang kemudian menjadi bintil-bintil kecil atau disebut tumor.
Tumor yang masih muda berwarna hijau kecoklat-coklatan muda yang diselimuti oleh lapisan seperti tepung berwarna agak kemerah-merahan yang merupakan kumpulan dari sporanya, sedangkan tumor yang tua berwarna coklat kemerah-merahan sampai hitam dan biasanya tumor sudah keropos berlubang serta digunakan sebagai sarang semut/serangga.
Jika tanaman mengalami serangan yang parah, maka seluruh bagian tanaman dipenuhi oleh tumor, kemudian daun mongering mengalami kerontokan, Diikuti oleh batang dan cabang tanaman dan akhirnya tanaman mati.

Kondisi yang medukung perkembangbiakan karat puru
tanaman yang kokoh akan berdampak lebih kecil disbanding serangan pada tanaman yang mempunyai kenampakan lemah. Respon tanaman sengon terhadap penyakit karat tumor dipengaruhi oleh faktor genetik dari tanaman itu sendiri dan faktor lingkungan disekitar yang berkelembaban tinggi, adanya angin pelan dan kabut meningkatkan terjadinya penyakit karat tumor pada tanaman sengon yang  ternaung, pada tanaman monokultur.


Beberapa rekomendasi pencegahan karat puru di Lapang
Penggunaan benih yang telah disertifikasi, tidaknya, benih harus berasal dari pohon yang jelas asal-usul dan karakteristiknya.Lokasi persemaian di tempat terbuka, pada ketinggian di bawah 250 m dpl. Monitoring gejala penyakit karat tumor harus dilakukan secara teratur sejak dini. Pemilihan lokasi tanam perlu dilakukan secara tepat, hanya dianjuran pada lokasi di bawah 300 m.dpl. Monitoring secara teratur pada tanaman muda di lapangan harus selalu dilakukan, untukdapat segera dilakukan pembuangan inang penyakit.


Pengendalian Karat Puru
Pemangkasan cabang yang terkena karat puru, kemudian dikubur (jengan dibakar karena akan menyebabkan spora karat puru terbang dan menyebar ke tanaman sengon lain)

Bahan yang digunakan untuk pengendalian karat puru dilapangan.

                                             Belerang                             Kapur                  

    Untuk tanaman sengon yang sudah besar, dilakukan terapi pengendalian karat puru pada tanaman sengon yaitu dengan pengobatan campuran belerang, kapur dan garam dengan komposisi belerang 1 kg + Kapur 1 kg (1 : 1) + air 10/20 ltr diaduk hingga rata. Bagian tanaman yang terserang dibersihkan dari tumornya kemudian disemprot/dioles larutan belerang kapur. Penyemprotan dilakukan dua minggu sekali.
 















































































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar