Selasa, 22 Juni 2021

PETANI MILLENIAL DENGAN POTENSI PENGEMBANGAN DAN APLIKASI AGENSI HAYATI DI BPP KECAMATAN KALIDAWIR

Kegiatan PROGRAM YESS tahun 2020-2021

(Trichoderma,sp; Beuveria Bassiana; Lecanilicium dan Metarasium Aniospliae)

   Pengertian petani milenial adalah petani yang berusia antara 19-39 tahun. Gerakan dibentuknya petani milenial diyakini dapat mensejahterakan kehidupan berbangsa. Dimana dalam program tersebut memiliki tujuan utama, yakni untuk menumbuh kembangkan kewirausahaan muda pertanian di Indonesia. Indonesia memiliki target 1 juta petani milenial yang ikut tergabung dalam 40 ribu kelompok di masing-masing daerah, dimana dalam setiap kelompok terdiri dari 20-30 orang. Khususnya di Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung tergabung dalam Kegiatan Program YESS sebagai penyumbang peserta terbanyak hampir 50 orang dari sejumlah peserta lainnya dari Kecamatan lainnya.
     “Petani berusia lanjut diketahui memiliki produktivitas yang rendah dan kurang efisien. Petani tua juga relatif tertinggal dalam akses dan pemanfaatan teknologi. Sebaliknya, petani muda memiliki peluang untuk bekerja dengan hasil lebih produktif dan efisien” Ungkap Idha Widi Arsanti selaku Direktur Program YESS. 

    “Untuk pertama ini, ada 4 provinsi yang mendapatkan dana program yess ini yaitu Kalimantan Selatan, Sulawisi Selatan, Jawa Barat dan Jawa Timur. Dari 4 provinsi terdiri dari 15 kabupaten. Untuk Kalimantan Selatan ada 3 kabupaten yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu,” ungkap Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Ir. Hj. Retno Sri Murwani, MP

    “Adapun untuk Jawa Timur yaitu Kabupaten Malang, Pasuruan, Tulungagung dan Pacitan. Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Bantaeng, Bone, Bulukumba dan Maros dan Jawa Barat Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya dan Subang,” tambahnya. Dalam Program YESS ini, ada terdapat 4 komponen yang menjadi target program YESS yaitu : (i) peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian, (ii)pengembangan wirausahawan muda perdesaan, (iii) fasilitasi akses permodalan dan (iv)membangun lingkungan usaha yang kondusif. Retno Sri Murwani menjelaskan, siapa saja yang bisa ikut program ini, yang terpenting adalah berkeinginan untuk memajukan petanian.

POTENSI AGENSI HAYATI

    Trichoderma, sp disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Selain berkembangbiak secara alami di alam bebas, Trichoderma, sp dapat juga dibiakkan secara buatan. Proses pembiakkan cendawan ini melalui dua tahapan yaitu starter dan pembiakkan pada media untuk potensi di BPP Kecamatan Kalidawir digunakan media sari umbi kentang dan diperbanyak dengan laboratorium sederhana media cair. Sehingga aplikasi Program YESS dan pelatihan petani millenial diarahkan pada kebutuhan alat dan bahan serta perbanyakan Trichoderma,sp khususnya pada budidaya bawang merah. Penggunaan pupuk biologis dan agen hayati Trichoderma, sp sangat efektif mencegah penyakit busuk pangkal batang, busuk akar yang menyebabkan tanaman layu, dan penyakit jamur akar putih pada tanaman bawang merah telah dibuktikan para peserta Program YESS di BPP Kalidawir.

Beauveria bassiana dapat menyerang hampir semua jenis serangga, cendawan ini digolongkan ke dalam non-selektif pestisida sehingga dianjurkan tidak digunakan pada tanaman yang pembuahannya dibantu oleh serangga. Khususnya pada agenda kegiatan petani millenial Program YESS di BPP Kalidawir diterapkan pada gerakan pengendalian hama wereng budidaya padi sawah di Desa Tunggangri, Desa Tanjung, Desa Betak serta pengamanan produksi budidaya hortikultura pada lahan transplanter Desa Pagersari dan Desa Sukorejo Kulon.

    Jamur entomopatogen Lecanicillium lecanii dan Metarhizium anisopliae merupakan agens hayati
potensial dari tahun 2018, hasil penelitian oleh Yusmani Prayogo dan uji lapang di BALITKABI potensi tersebut khususnya pada Lecanicillium lecani dapat melindungi tanaman kacang-kacangan dari serangan hama pengisap dan penyakit karat daun seperti kedelai, sedangkan Metarhizium anisopliae telah diuji pada hama kwangwung pohon kelapa, penyakit karat daun tanaman kopi. Adapun potensi cendawan entomopatogen untuk mengendalikan hama tanaman pangan  diterapkan pada ulat grayak spodoptera litura pada tanaman jagung.

    Cendawan Metarhizium sp., Paecilomyces sp., dan Beauveria sp. juga cukup berpotensi untuk mengendalikan S. litura karena mortalitas serangga uji mencapai di atas 80%. Menurut Ou (1972) bahwa cendawan dapat dikatakan efektif apabila agens tersebut mampu menyebabkan kematian serangga uji mencapai 60–100%. Sumber: Prayogo et al. (2002a).

    Upaya yang harus dilakukan yaitu memilih waktu aplikasi yang tepat untuk menghindari kerusakan konidia cendawan akibat pengaruh sinar ultra violet. Waktu aplikasi yang tepat adalah pada sore hari karena konidia tidak terkena sinar ultra violet. Di samping itu, sore hari menjelang malam akan meningkatkan kelembaban udara yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan cendawan. Waktu aplikasi cendawan Verticillium lecanii yang dilakukan pada sore hari setelah pukul 16:00 mampu menyebabkan kematian hama pengisap polong kedelai Riptortus linearis hingga 80%. Meningkatnya jumlah kematian serangga mengakibatkan penurunan jumlah kerusakan biji kedelai (Prayogo dan Tengkano 2004b).

    Frekuensi aplikasi Metarhizium anisopliae sebanyak tiga kali berturut-turut selama tiga hari, efektif mengendalikan Spodoptera litura hingga menyebabkan kematian mencapai 86%, sedangkan aplikasi satu kali hanya 40%. Penambahan bahan perekat berfungsi untuk meningkatkan daya rekat konidia pada integumen serangga sehingga konidia terlindung dari faktor lingkungan yang kurang mendukung seperti angin, sinar matahari, dan hujan. Dengan demikian, konidia langsung dapat menempel pada integumen dan selanjutnya mampu melangsungkan proses lebih lanjut. Bahan perekat alkil gliserol ftalat 1 ml/l yang ditambahkan ke dalam suspensi cendawan entomopatogen Verticillium lecanii sebelum aplikasi mampu meningkatkan keefektifan Verticillium lecanii hingga 20%. 
(chz).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar